4 Dozen Roses – Aku Mencintaimu Tanpa Syarat

Buku karya Bey Tobing ini menjadi salah satu buku yang aku rekomendasikan untuk dibaca orang-orang yang akan segera memutuskan kata “Ya” untuk pernikahan. Juga untuk mereka yang sudah menikah namun merasa lupa akan indahnya cinta. Awalnya buku ini direkomendasikan seseorang, yang aku anggap untuk mempersiapkanku jika menghadapi kisah seperti cerita di buku ini.
Kebanyakan wanita mengidolakan pria yang menyayangi keluarganya secara khusus ibunya. Dengan begitu istri akan merasa yakin bahwa pria tersebut akan menyayanginya juga. Namun akankah wanita menerima peran suaminya yang masih menjadi tulang punggung keluarganya? Itu yang dirasakan Odilia di buku ini terhadap suaminya Alan. Ia mulai tidak menyukai keluarga suaminya karena mereka bergantung pada suaminya.
Salah satu tujuan dari pernikahan adalah menghasilkan keturunan dan harapan seorang pria adalah memiliki anak darah dagingnya sendiri. Namun bagaimana jika istrinya divonis tidak bisa memiliki keturunan, akankah rumah tangga mereka menjadi goyah?
Katanya dunia tidak bisa memiliki 2 matahari. Seperti kehidupan Alan, yaitu ibu dan istrinya. Dua wanita yang mencintai pria yang sama.

Cintai aku…
Dalam kumpulan detik-detik anugerah Tuhan yang tersisa
Sayangi aku
Hingga kita berada di titik akhir sebagai manusia
Yaitu mati.

Why must 4 dozen roses? Kamu harus baca bukunya, bukan buku remaja yang bergelut hanya sebatas cinta monyet, bukan juga cerita berat untuk orang dewasa. Namun tidak muluk-muluk bahwa ada kemungkinan setiap orang akan mengalaminya. Karena cerita ini mengangkat kehidupan sehari-hari yang kadang dianggap sepele namun sulit menjalaninya. Dengan bacaan sekitar 160 halaman, akan selesai dalam 1 hari. Membaca beberapa halaman akan memaksamu untuk segera menghabiskan semua halaman. Cinta adalah tanpa syarat. Great story. :)

Comments

Hi Ennita! Thanks ya buat reviewnya :)

4 Dozen Roses aku tulis karena aku banyak melihat masalah rumahtangga yang awalnya dimulai dari masalah simple. Salah duanya (;p), peran suami sebagai tulang punggung sehingga istri cemburu, lalu tidak bisa memiliki keturunan. Dan masalah ini akan semakin pelik kalau tidak ada komunikasi dua arah. Hukum sebab akibat juga aku tunjukkan dalam cerita ini.

Walaupun tidak bermaksud menggurui, tapi ada pesan moral di balik cerita 4 Dozen Roses. Yaitu, ekpektasi yang berlebihan hanya akan membuat kita kurang bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki. Walaupun manusiawi sih ya kalau manusia punya ekspektasi :)

Rata2 yang sudah baca 4 dozen bilang, buku ini sederhana. Ya, memang. Karena aku lebih suka mengangkat kisah keseharian yang memang banyak terjadi.

Semoga menang ya, Ennita! Horas!

Luv.

@bey_tobing mauliate godang mba Bey (thank you so much). Akhirnya penulisnya muncul. Semoga bukunya makin laris dan selamat berkarya untuk mengeluarkan buku-buku baru lainnya. :)

wah colek bg sabar banget nih hahaha
kata2 "nikah"nya itu yg ga naahan hahahha

untuk semua orang bisa jadi referensi ke depannya Vin. :)) RE: @lucky_me wah colek bg sabar banget nih hahaha
kata2

ini yang nulis temen aku kaak

boleh tuh penulisnya diajakin singgah, :) RE: @tribhuana ini yang nulis temen aku kaak

dari reviewnya, kyak nya buku ini menarik untuk di"kunyah". bukan hanya sekedar penghibur kala senggang malam hari yang ditemani secangkir teh hangat, tapi juga penghantar mimpi untuk meraih masa depan dengan cinta yang tidak asal-asalan.. (Y).. aku jadi pengen bacaaa :)

harus dibaca da!!!! RE: @hannathe29 dari reviewnya, kyak nya buku ini menarik untuk di

wih, jadi penasaran nih sama novel ini, pengen baca :D

Make me curious about the book by your review. I think i would like to read it. Thanks for your recommendation.

weissss, novelnya sudah di tangan ane. thanks kak @borukaro. semoga menang ya :) :)

Habis dibaca kasih sama si @mora :) RE: @gracedasuha weissss, novelnya sudah di tangan ane. thanks kak @borukaro. semoga menang ya :) :)

borukaro
2 years ago
Share